Ibu Sudah Pergi,
Tapi Doanya Tetap Tinggal
Sayangnya, Ibu pergi tanpa berpamitan, tanpa salam perpisahan, tanpa pernah benar-benar bertanya apakah aku siap melanjutkan hidup tanpanya. Semua terjadi tiba-tiba, tanpa aba-aba.
Sejak hari itu, aku hanya mencoba bertahan. Belajar berjalan tanpa sandaran, tanpa tempat pulang yang dulu selalu ada.
Ibu memang sudah Pergi
tapi beberapa doa yang dulu Ibu ucapkan masih mengantre untuk mendapat jawaban dari-Nya.
Doa-doa itu tidak lagi bertambah, namun juga tidak pernah benar-benar habis.
Aku bertahan dengan itu. meski aku tidak selalu tumbuh seperti yang dulu Ibu Harapkan.
Komentar
Posting Komentar